The Kancutz:: Rem Bibir

11 Januari 2012


*pic dicomot dari pak google*

---
MySpace Pembukaan Singkat MySpace

Thanks to Mr. Arif, guru Biologi gue pas SMP. Beliau hobi banget ngelucu disaat saat menerangkan materi. Mungkin biar kitanya ga bosan dan terlalu tegang kali ya. . . dan ini hasil salah satu leluconnya yang buat gue terinspirasi buat mengembangkannya menjadi cerpen.

Dipersembahkan buat semuanya deh yang ngebaca. Sorry kalau masih melempem ceritanya. Cerita ini sebenernya udah diposting dibeberapa blog fanfiction karena awalnya nih cerita berbentuk fanfiction yaitu ceritanya menggunakan nama- nama artis korea terus gue posting cerita gue ini di kemudian.com lalu, akhirnya gue revisi lagi cerpen gue ini, ubah nama- nama pemerannya, dan dikembangkan lagi hingga akhirnya menjadi seperti ini.

Sorry banget buat nama- nama yang terpaksa gue colong dan gue cemplungin ke dalam cerita ini. Cerpen ini semata- mata hanya buat hiburan semata aja dan mempererat tali silahturahmi aja kok. MySpace Ga ada unsur lain.
---


The Kancutz adalah sebuah nama geng hasil buah pemikiran 3 cowok- cowok kece yaitu Alif, Basith, dan Rizki. Alif, si cowok terkece se-geng tapi, hobi ngaca; Basith si cowok paling suram se-geng karena sering dibuat galau karena cewek; dan terakhir, Rizki, cowok terkreatif se-geng, suka otomotif tapi, terkadang hasil dari usahanya tidak berbuah manis.
Itulah sekilas tentang “The Kancutz”.
---

Matahari menyimbulkan sosoknya dari ufuk Timur. Seakan akan dia tersenyum pada dunia. Jarum jam menunjukkan pukul 7 tepat. Alif bergegas membangunkan Basith yang sedang tertidur pulas, efek begadang karena memikirkan doi, mantannya yang masih dia cintai tapi karena belum takdir, doi menikah sama cowok lain dan sekarang sudah diberikan momongan.
“BASITTTHHHH!!! BANGUN! BANGUN!” teriak Alif membabi buta. Rasanya dia seakan melupakan bahwa rumah yang kini dia tempati itu adalah tempat kost, tempat umum yang seharusnya dia ingat kalau disitu ga hanya mereka saja yang meninggali.
“Alif. . . Kecilkan suaramu, ini masih pagi,” ucap pemilik tempat kost dari luar dengan suara dilembut- lembutkan. “Tumben,” batin Alif dalam hati sambil melongok ke arah pintu. Pemilik di tempat kost “Kancut Keblenger” ini memang terkenal bawel, frekuensi bawel sama kalem mungkin 80 : 20 saja, meskipun begitu, tampangnya memang dapat dibilang sangat cantik dengan usia yang menginjak 20 tahun tapi, seperti terlihat masih seperti 17 tahun, mungkin itu juga salah satu nilai plus kenapa anak- anak kost Kancut Keblenger ini tetap keukeuh tinggal di sana. Oh ya, catat baik baik ya. Nama pemilik kostnya adalah Irvina, biasanya sih dipanggil Pina.
“Hoamm. . . Dengerin tuh kata-katanya Pina. Eh, ada apa sih, Lip ? Masih pagi nih, gue masih ngantuk! Jangan emosian, ingat : PUASA ! ” kata Basith dengan nada malas. Sesekali ia menguap dan mengucek- ngucek matanya yang sekarang mungkin sembab gara- gara menahan tangisannya tadi malam. Lalu, ia melanjutkan tidurnya lagi.
“BANGUN, Sith! BANGUN! Lu ga lupa dan pura-pura bego kan? Hari ini ada acara selametan anak pertamanya Funy,” kata Alif sambil menarik selimut yang menutupi tubuh si cowok yang hobi nge-galau itu.
“Ah. . . Malas ah. . . Lu sendiri aja yang datang,” ucap Basith keukeuh sambil menarik kembali selimutnya.
“Bro, gue tau lu masih sayang sama Funy tapi, lu harus membuka mata lu. Dia sudah punya orang lain. Kalau lu sayang sama doi, lu harus senang lihat dia senang,” ceramah si Alif pada Basith.  
Rupanya ceramah Alif membuahkan hasil yang positif. Akhirnya, Basith bangun dan mengelap- ngelap bagian dekat bibirnya, siapa tau ada iler yang masih melekat.
“Hmm… Lu bener, Lip. Yasudah, let’s go!” kata Basith sambil menepuk- nepuk pundak Alif.
Lalu, Basith bergegas bersiap-siap sedangkan Alif asyik berkaca.
“Lip. . . Lip. . . Kebiasaan lu berkaca masih ga hilang- hilang juga,” kata Basith dalam hati sambil menggeleng- gelengkan kepala.
“Alif, cepatlah ! Kapan kita berangkatnya kalau lu terus terusan menghabiskan waktu untuk berdandan seperti ini? Hati- hati loh kacanya bisa pecah gara- gara lihat muka lu terus,” tanya Basith sedikit kesal. Hampir setengah jam dia menunggu Alif. Memang, ga usah ditanya lagi, Alif kalau sudah berduaan sama kaca memang terkadang susah dikontrol.
“Iya, iya. . . Ini juga sudah beres. Gue mau ambil kunci mobil dulu. Sabar yaaa, sayang, ” goda Alif dengan nada rada kebanci- bancian.
Lagi- lagi Basith geleng- geleng kepala melihat teman sekamarnya berkelakuan seperti itu.
---

Diluar tempat kost, Rizki asyik merenovasi mobil Alif  dan membuat mobil itu tampak bukannya lebih bagus malah lebih aneh dari sebelumnya.
Rizki memasang earphone di kedua telinganya dan menyetel mp3 dengan volume paling nyaring. Sampai ia tidak mendengar lagi suara- suara yang lain, hanya lagu yang ia setel saja yang ia dengar .
“Ki, sudah selesai kan lu renovasi mobil gue ini? Gue pergi dulu ya, bro,” kata Alif sambil membuka pintu mobil .
Rizki hanya mengangguk- angguk seakan memberikan lampu hijau buat Alif. Alif masuk ke dalam mobil satu- satunya itu sedangkan Basith mulanya tampak sedikit heran dengan tingkah Rizki yang menjawab sambil menutup mata namun akhirnya, Basith ikut naik ke dalam mobil Alif.
---
Alif seperti biasa, melakukan aksi ngebut- ngebut di jalan seakan akan hanya dia yang sedang menggunakan jalan. Mungkin dia pengen jadi pembalap tapi, ga kesampaian kali ya. . . Entahlah.
Basith hanya menggeleng-geleng saja melihat aksi sohibnya itu.
Lain halnya dengan Rizki, ia kaget setelah melihat mobil Alif sudah tidak terparkir di situ.
“Kapan dia mengambil mobilnya? Kenapa gue tak tahu? Padahal rem mobilnya kan masih BLONG,” kata Rizki dengan ekspresi sungguh panik.
Ia langsung bergegas mengambil handphonenya, mengutak- atik keypad dengan lihainya, dan menekan tombol “call” untuk menghubungi Alif.
Alif yang saat itu sedang mengemudi meminta Basith untuk mengangkat telepon itu.
“Hei, bro. Tumben lu nelpon. Ada apa, Ki? ” tanya Basith dengan nada seperti biasa.
“GAWAT! GAWAT! GA… GAWAT!” kata Rizki panik. Benar benar PANIK !
“GAWAT apanya sih? Ngomong yang bener!” ucap Basith rada emosi. Masih 50% galau malah dibuat naik pitam.
“Rem mobil Alif BLONG!” jelas Rizki dan langsung menutup telepon begitu saja.
Basith sekarang ikut ikutan PANIK ! Mukanya langsung merah . Bukan karena malu sih, tapi,  karena TAKUT !
“Astaga dragon! Alif, GAWAT!” ucap Basith pada Alif yang sedang mengendarai mobilnya dengan kecepatan lebih dari 95 km/ jam .
“Apanya yang gawat? Santai aja. Slow, bro. Slowww,” kata Alif benar benar SANTAI .
“Gimana mau santai kalau ternyata rem mobil yang lu kemudiin ini BLONG?” kata Basith member tahu dengan penuh rasa emosi.
“APA? Serius lu, Sith,” kata Alif masih tidak percaya. Ia mencoba untuk menghentikan laju mobil itu namun tak bisa. Saking terkejutnya, ia membanting setir ke kanan .
Alif berusaha menginjak rem beberapa kali.  Tapi, hasilnya tidak berbuah manis alias NIHIL .
“Hati hati, Lif! Makanya lain kali lu jangan ngebut ngebut lagi. Mungkin ini karma buat lu,” ucap Basith yang sekarang emosinya mulai stabil. “Tapi, kenapa gue juga kena karmanya,” sambungnya dalam hati.
“Iya deh,” janji Alif dengan muka malu.
“Sekarang, gimana dong, Sith? ” tanya Alif membuka percakapan lagi.
Tingggg. . . Seperti ada lampu dan pelangi didalam otak Basith. Dia dapat ide!
“Rem mobil tidak bisa! Berarti hanya ada satu rem yang bisa kita gunakan ,” kata Basith dengan penuh rasa percaya diri.
“Apa?” tanya Alif singkat .
“REM BIBIR,” kata Basith memberi saran sambil menunjuk bagian bibirnya yang rada monyong bin seksi itu.
Basith membuka kaca mobil dan kepalanya langsung ia timbulkan .
Sedangkan Alif tetap stand by dengan aksi mengemudinya dan disaat keramaian lah si Basith beraksi.
“MINGGIR ! MINGGIR !” teriak Basith dengan kekuatan ekstra.
Ternyata, BENAR ! Respon yang baik. Kerumunan orang yang ada dijalan langsung berhamburan ke luar. GOOD JOB  , Sith !
---

Balik ke Rizki.
Dia sedang berpikir tentang nasib kedua sohibnya, Alif & Basith .
“Gimana nasib mereka berdua? Gue rasa tadi pagi adalah saat- saat terakhir gue bertemu mereka. Terus tadi pas gue nelpon mereka, gue rasa itu terakhir kalinya gue denger suara mereka. Sungguh TRAGIS nasib mereka. HIKS Inallilahi,” kata Rizki mendramatisir itu semua .
Balik lagi ke Alif & Basith, saat ini Basith benar- benar kehabisan suara setelah sejam berteriak “MINGGIR! MINGGIR!”. Alif juga demikian. Ia juga lelah mengemudikan setirnya.
Setengah jam kemudian, akhirnya dewa fortuna datang !
---

Dua cowok yang berpostur lumayan tinggi mendatangi tempat kost Kancut Keblenger. Tampak suram mereka berdua dengan keringat yang membasahi baju mereka. Keduanya tampak heran melihat Rizki sedang histeris di teras rumah sambil meneriakkan nama mereka berdua .
“BASITHHHH ! ALIFFFF ! Semoga kalian tenang disana ! I love you. Arrrgghh! Semua salah gue. Salah gue. Semoga kalian tenang di Surga ya,” kata Rizki histeris di halaman depan kos.
“Tenang disana? Lu pikir kita sudah mati!” kata Alif agak kesal tapi, sesekali dia cekikikan lihat aksi temannya yang alay banget sedangkan Basith hanya senyum- senyum meskipun dia dalam hati agak galau sebab ga lihat Funy karena kejadian ini.
“SETANNN ! Ke. . . kenapa kalian bisa sampai kesini?” ucap Rizki heran setengah mati.
“Di bisa- bisa in dong! Ini berkat ide cerdas gue, makanya kita masih hidup dan berada di sini,” ucap Basith sok hebat.
“Kok bisa? Bukannya remnya blong?” Rizki masih heran dan tercengang.
“Ya bisalah. Lanjut dikamar yuk, bro,” ajak Alif kepada kedua sohibnya itu. Ga enak dilihatnya, muka Alif dan Basith sudah ga karuan saking capeknya.
“Ayo,” sahut Basith sambil merangkul kedua sohib The Kancutz dan mereka pun langsung masuk ke istana mereka. -Kost Kancut Keblenger-
          Lu mau tau ga kenapa mereka masih hidup? Hmm. . . Pasti udah bisa ketebak nih. Yap, karena bensin mobil mereka udah empty.

-         The End - MySpace *alhamdulilah ya*

26 komentar:

  1. ckckck judulnya bikin penasaran kirain teh apa... hahahaha...
    nice..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hhi beneran nih judulnya bikin penasaran? *gak yakin* :D

      Hapus
  2. Balasan
    1. Hha --' yang diliatin malah bibirnya lagi nih kayaknya.

      Hapus
  3. kalo gak baca tuh cerita, udah lain aja prasangkanya sama tuh gambar, hehehe ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. jiahh :p
      hmmm memang kenapa dengan gambarnya ya ? *benerangaktau*

      Hapus
  4. nice! hahahaha untung aja bensinnya abis :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, kak :D
      kalau nggak,
      gak tau tuh gimana nasibnya mereka :p

      Hapus
  5. muahahahahhahaaha kenapa peran saya sudah melahirkan? dan, dan, kenapa harus basith? #plaaaaaak

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaha kakak funy :p
      sekali sekali lah :D jarang jarang kan tuh...~

      Hapus
  6. wkwkwkkw... :D rem bibir... gue kira bibir cuma bisa hmmm... gak jadi deh :P hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayooo cuma bisa apa?
      Katakan cepat! #maksa

      Hapus
  7. Balasan
    1. Hha bibirnya kak Basith tuh :p
      Merah merona~

      Hapus
  8. Muahahahahahaa =)) gila ceritanya gokil abis *ngakak stadium akhir* eh, tapi aku gak keliatan begitu galau tuh disitu, yg keliatan banget itu si alif dengan kebanciannya, si Rizki mah emang budek hahaha.. Aku disitu keliatan paling kece yah, ngasi ide lalu merangkul kawan masuk ke KK, wuih jadi terharu ~(^_^)~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ntar kalo sempet aku bikin season 2nya
      :D terus kubikin kakak Basith makin galau disitu dan makin gila :P kyaaa

      Hha iya... ter-kece kayaknya :D kayaknya lohh~ o.O

      Hapus
  9. Bener, kok tau gue hobi ngaca? XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tau dong :p kan gue punya banyak mata- mata :D #apaan

      Hapus
  10. hindari kalimat2 klise, spt: Matahari menyimbulkan sosoknya dari ufuk Timur, Jarum jam menunjukkan pukul 7 tepat, dll. Cobalah menyampaikan informasi2 tsb dg kalimat2 yg tidak biasa. :)
    Btw, udah berapa buku nih? mau dong dikasih.. :D
    Salam kenal dr Banjarmasin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oke :))
      Namanya juga masih latihan, butuh proses.
      Udah 2 buku, semoga bisa nambah. Seriusan mau? :p

      Salam kenal balik.

      Hapus

Tinggalkan jejak yuk ^^ Jangan pelit- pelit~ ❤