Empat Hai

2 April 2014

Waktu begitu cepat bergulir. Tak terasa ada banyak kenangan yang telah dilalui. Kenangan yang membuat masa lalu bagaikan asam manis kehidupan. Kenangan yang bisa dijadikan pengalaman dan pelajaran untuk bisa lebih baik lagi 'saat ini' dan untuk ke depannya.

Sumber: http://wallpaperpassion.com/upload1/34475/clock-wallpaper.jpg

Hai setelah pertama dan sebelum kedua! Teruntuk UN!
Tiga hari yang menantang. Saya masih ingat saat saya menempelkan kertas kecil bertuliskan 'H-90! Ganbatte!' di meja belajar. Cepat sekali dari hari Senin ke Senin berikutnya. Sekarang sudah 12 hari lagi dan semua akan menyambut kedatanganmu dengan perasaan yang berwarna-warni. Perasaan takut apabila dua setengah tahun sebelumnya tak tahu sudah dibawa ke mana saja langkahnya sehingga tak tahu juga mau jawab apa nanti di tanggal 14 sampai 16. Perasaan cemas di saat sudah persiapan dengan total namun perasaan takut menggerogoi ketika melihat halaman depan soal UN -langsung dibuat keringat dingin- *hati-hati isi otak hilang seketika*. Perasaan berbunga-bunga saat apa yang sudah dipelajari selama ini rupanya bisa diterapkan di soal-soal UN. Perasaan jengkel ketika yang dipelajari mati-matian ternyata tidak masuk. Perasaan-perasaan lainnya juga bisa saja terjadi dalam pembuktian ini. Hampir tiga tahun belajar dan semua itu dibuktikan dalam waktu tiga hari. Iya! Tiga hari!! Memang sih lulus tidaknya kita, tidak hanya dipengaruhi dari nilai Ujian Nasional ini. Namun apabila kita mempersiapkannya dengan total, maka semua akan menjadi lebih baik bukan?
UN! Sampai ketemu di tanggal 14-16! Be a good friend, okay?

Sumber: http://matematikasmart.files.wordpress.com/2013/12/siap-un.jpg?w=604


Hai kedua, para guru nyataku!
Yang selalu saya kagumi atas semangat yang tidak pernah padam dalam menebarkan pengetahuan.
Yang selalu saya banggakan atas semua jasanya.
Yang selalu sabar dan tanpa lelah mengajarkan berbagai macam arti.
Tidak terasa sudah di penghujung masa putih abu-abu. Entah sudah berapa ilmu dan pengetahuan yang sudah diberikan kepada kami. Tak kuasa saya menuliskan semua karena jumlahnya pasti begitu banyak. 
Pengorbanan para guru mulai dari waktu, tenaga, dan mungkin batin dengan tulus dan ikhlas hanya untuk kami.
Waktu yang dikeluarkan demi kami agar kami bisa menimba ilmu dan menggapai cita-cita. Tenaga ekstra saat membantu dan mengajarkan kami. Belum lagi kalau kami rewel dan suka membuat emosi. Tetapi dengan sabar, mereka malah membalasnya dengan perbuatan yang mulia dan masih tetap semangat mengajarkan kami.
Saya selalu ingin mengukir senyum bahagia para guru ketika saya lulus dan membuat mereka bangga bahwa pengorbanan mereka tidak sia-sia selama ini. Apa yang mereka berikan, semuanya berguna. Apa yang mereka do'akan kepada kami, semuanya terjadi. Saya selalu ingin hal itu terjadi pada kami. Kami, murid-murid yang mereka cintai! -Dari yang awalnya hanya sebatas mimpi, nantinya bisa terwujud.-

Hai ketiga, teman-teman seperjuangan!
Kabar masih baik-baik saja kan? 12 hari lagi kita akan bertempur. Sudah siap belum? Jangan bilang belum lagi. Ayo, siapkan alat tempurnya dari sekarang biar nantinya nggak mati konyol sebelum perang. Kalau udah siap, persiapkan lagi lebih matang.

Waktu kita tinggal 12 hari lagi. Masih ada waktu meskipun itu nggak banyak.
Tentunya kita masuk bersama-sama dan ingin keluar sama-sama dengan membanggakan, bukan? Jangan biarkan impian ini lenyap ditelan kemalasan dalam belajar atau karena alasan-alasan lainnya. Selama masih ada waktu, jangan biarkan berujung pada penyesalan nantinya. Yang selama ini suka berpangku tangan pada hasil orang lain, ubah kebiasaan itu. Hasil yang baik tapi kalau prosesnya nggak baik itu PERCUMA. Lebih baik belajar dan usaha dari sekarang karena kalau niat saja itu nggak cukup. Jangan lupa dibarengi dengan do'a. Pasti bisa!
Yang masih ada masalah, segera selesaikan biar nanti bisa fokus menghadapi UN. Jangan gengsi untuk berkata maaf duluan. Terkadang perlu satu orang yang harus mengalah agar semuanya bisa terselesaikan.
Biasanya sebelum UN, bakalan banjir ber-maaf-maaf-an seperti halnya saat pas lebaran kemarin. It's okay. Itu hal yang wajar kok. Jangan lupa minta do'a restunya juga terlebih ke kedua orang tua dan para guru.

Sip! Semangat ya, pelaku UN!
Semoga pas pengumuman kelulusan semuanya (tanpa terkecuali) akan menangis bahagia karena dinyatakan lulus dengan hasil yang membanggakan! *amin*

Hai pertama dan terakhir, untuk kedua orangtua!
Yang membuat saya ada di dunia ini.
Yang selalu menyelimuti kehidupan saya dengan kasih sayang dan kehangatannya.
Yang selalu berkorban perasaan dan suka mengalah karena batunya hati saya.
Untuk kalian, yang selalu ingin saya banggakan. Dari dulu hingga sekarang harapan itu selalu ada. Selalu tertanam di lubuk hati yang paling dalam. Saya ingin membalas jasa dua malaikat tanpa sayap ini. Menyekolahkan anak selama dua belas tahun bukanlah perkara mudah. Bapak harus banting tulang demi saya bisa sekolah. Biarpun terkadang sosok bapak itu keras, tapi di sisi lain hatinya pasti lemah lembut dan berharap anaknya menjadi anak yang baik dan sholeh.
Jangan berbohong lagi! Siapa juga sih yang nggak mau pengorbanan orang tuanya nggak sia-sia? 
Untuk target yang paling dekat yaitu dengan membuat mereka tersenyum dan bahagia, salah satunya dengan membuktikan dalam ujian nasional dan bisa diterima di perguruan tinggi negeri idaman tentunya.

Sumber: http://ibnuseven.com/wp-content/uploads/2014/01/semanggi.jpg
Hai, hai, hai, hai!
post signature

10 komentar:

  1. Semangat kak UNnya, semogaa di lancarin,dan hasilnya memuaskan ~

    BalasHapus
  2. Semangat UN nya.. yg terpenting adl jangan grogi ataupun takut, harus berani dek.. cukup dibawa fun dan berpasrah diri sama Allah, InsyaAllah akan ada jalan yg diberikan. Pokoknya jangan grogi karna bisa2 blank dan keluar keringat dingin *kayak temenku*. Dan satu lagi yg terpenting, jangan gunakan BOCORAN, cukup percaya diri dan berdoa insyaallah semua berjalan lancar & jika Allah menghendaki kamu bakal masuk PTN yg diinginkan kok *pengalaman*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah UN murni hasil sendiri. :)
      Semoga hasilnya memuaskan. Apalagi UN tahun ini beda sama tahun-tahun sebelumnya.

      Hapus
  3. Good luck buat UN nya ya ^^

    BalasHapus
  4. Semoga berhasil dalam UN, buktikan pada para guru, teman seperjuangan, dan orang tua tentang proses yang kakak jalani, buktikan bahwa usaha kakak memang membanggakan, selamat berjuang, semanggi Kakak :)

    BalasHapus

Tinggalkan jejak yuk ^^ Jangan pelit- pelit~ ❤