Satu Tempat Sejuta Kenangan

12 Mei 2014


Penulis: Brenda Estherina
Tempat: Kebun Binatang
 
Panti Asuhan Kasih Ibu
Terlihat seorang gadis yang sedang merenung di sebuah kursi, ia adalah pemilik panti asuhan ini. Namanya Aurelia Chyntia Lenard. Sebenarnya bukan ia yang mempunyai panti asuhan ini, ia hanya meneruskan cita-cita Ibu dan Ayahnya untuk mempunyai panti asuhan. Kemana orang tuanya? Mereka sudah meninggalkan Aurel terlebih dahulu.
“Kak.. Kak? Duh si Kak Aurel suka banget sih sama yang namanya ngelamun? Pas Lala Tanya pasti jawabnya Cuma keinget Ayah Bunda. Pasti ada sesuatu nih!”  Ya! Gadis itu adalah Lala, gadis kecil berumur 6 tahun dengan muka yang sangat imut, putih, rambut ikal, dan selalu buat orang lain gemas terhadap perilakunya. Gadis ini sangat manja kepada Aurel, mengapa? Tentu saja karena dia yang paling kecil diantara teman-temannya.
“KAK AURELIA CHYNTIA LENARD!!!” Mau tak mau Aurel harus teriak terlebih dahulu untuk membuyarkan semua pikiran yang mengganggu Aurel saat ini.
“Astaga Lala! Kamu tuh yaaa hobby banget sih kagetin kakak! Sini kamu, kakak mau bales!” Aurel yang tersadar dari lamunannya segera menarik Lala ke pangkuannya untuk mencubit pipinya. “Adik kakak yang satu ini kenapa sih?? Suka banget usil sama kakak? Heeemm?” Tanya Aurel
“Lala cuma bingung kak, kenapa sih Kak Aurel mau banget punya hobby ngelamun?” Tanya Lala dengan muka l=polosnya.
“Kakak cuma kepikiran..kepikiran.. Ah! Kakak cuma kepikiran orang tua kakak kok! Kakak udah lama ga liat mereka jadi kangen!” Lagi-lagi Aurel harus membohongi adik kecilnya itu.
“Wah ini sih kakak ketauan banget bohong sama Lala.. Ayolah kak, jujur sama Lala. Sebenernya apa sih yang buat kakak akhir-akhir ini punya hobby ngelamun??” Tanya Lala dengan sok tahu.
“Kalo kakak cerita, yakin kamu bisa jadi pendengar yang baik, La?” Tanya Aurel meyakinkan adiknya.
“100% pegang janji Lala. Gimana?” jawab Lala dengan tegas sembari memberikan jari kelingkingnya sebagai tanda perjanjian. Aurel hanya tertawa melihat kelakuan adiknya dan langsung menautkan jari kelingkingnya pada jari kelingking Lala.
“Jadi gini La…’


FLASHBACK ON
Disebuah kebun binatang, terlihat 2 anak kecil yang sedang berlarian melihat hewan-hewan yang ada disana. Seorang gadis kecil dan pria yang berumur 3 tahun.
“Leo… Liat deh! Itu hewan apa? Kok lehelnya panjang banget?? Lucuuu, mau Aulel bawa pulang…” teriak Aurel.
“Duh Aulel… Kata mama ya, hewan yang ada disini tuh cemuanya ndak ada yang boleh dibawa pulang.. Coalnya hewan disini tuh ga bisa hidup cepelti kucing-kucing yang biasa kita liat didepan lumah.. Setauku itu namanya Jelapah”
“Yah Leo.. Padahal kan lucu banget… Yaudah deh kalo gituu”
***
 “Maaf ya Aulel, Leo halus ikut Mama Papa ke Jelman.. Eeemm Pa.. Kita belapa lama disana?”
“13 tahun, Leo”
“Nah, Leo janji deh. 13 tahun lagi Leo bakal balik kesini buat temuin Aulel. Inget cita-cita Leo kan? Leo mau punya kebun binatang yang gedeeeeeee baannggeett.. Jadi, Leo pastiin Leo balik kesini temuin Aulel udah jadi pemilik kebun binatang yang sering kita kunjungi itu, oke?”
Mereka pun berpelukan dan menangis karena akan berpisah lama.

FLASHBACK OFF

“Gitu La ceritanya.. Kakak Cuma kangen dia aja, udah 13 tahun kita ga ketemu. Sekarang udah mau 14 tahun kami ga ketemu, La.” Ucap Aurel sambil mengusap air matanya yang sempat terjatuh saat menceritakannya.
“Sabar ya kak.. Lala yakin kakak pasti ketemu sama Kak Leo!” ucap Lala menyemangati Aurel. “Oh iya Kak..Lala punya satu keinginan boleh?” Tanya Lala pelan.
“Kamu mau apa??” Tanya Aurel balik.
“Lala mau ke kebun binatang yang deket sini itu kak. Itu baru direnovasi kak!” Ucap Lala dengan semangat.
“Kasih tau teman-teman kamu, besok kita akan kesana oke? Sekarang kamu ke.. Hei Lintang! Sini kamu.. Kakak, titip rumah dulu ya.. Kabarin ke teman-teman ya.. Besok kita ada kunjungan ke kebun binatang yang disana baru direnovasi kata Lala.” Jelas Aurel pada Lintang, adik Aurel yang paling tua diantara teman-temannya.
“Baik kak! Ayo La!!” Ajak Lintang.
Saat Lala dan Lintang pergi,  Aurel segera mengunjungi kebun binatang tersebut untuk bertemu dengan pemiliknya.

***

Saat memasuki kebun binatang tersebut, ia heran dengan nama kebun binatang tersebut.
LEO’S ZOO
TOK TOK TOK’
Aurel mengetuk pintu yang bertuliskan “Leo”. Menurut petugas disini, inilah tempat dimana pemilik kebun binatang itu berada.
“Silahkan masuk!”
Aurel pun berjalan memasuki ruangan orang yang bernama Leo tersebut. Terlihat seorang pria yang sangat tampan dengan wajah berparas bule juga postur tubuh yang cukup ideal.
“Permisi pak, saya AUREL pemiilik Panti Asuhan Kasih Ibu di dekat sini.” Ujar Aurel memperkenalkan diri.
“Saya Leo. Oh ya, ada apa ya anda kemari?” Tanya Leo
“Saya meminta izin untuk besok saya akan membawa 20 anak yatim piatu.” Izin Aurel
“Oh tentu saja boleh! Dan boleh jujur, kamu sangat mengingatkan saya pada sahabat kecil saya yang bernama Aurel juga.” Leo pun tertawa kecil sambil menatap foto yang terpajang di dinding sebelah kirinya. Aurel pun ikut menatap foto tersebut.
Alangkah terkejutnya Aurel saat melihat foto tersebut! Itu foto dimana dirinya masih kecil dan pria difoto itu.. ITU ADALAH LEO! Sahabat kecilnya dahulu!
“Apa wanita itu bernama Aurel Chyntia Lenard? Apa anda baru pulang dari Jerman setelah meninggalkan Negara Indonesia 13 tahun lamanya??” Tanya Aurel dengan penasaran.
“Bagaimana anda bisa tau masalah ini? Seingat saya, yang tau masalah ini hanya saya dan sahabat kecil saya beserta keluarga kami” Ucap Leo.
“LEO?! INI BENAR KAMU? AKU AUREL CHYNTIA LENARD!” Histeris Aurel seketika.
“Aurel! Ini benar kamu?! Ya Tuhan! Terima kasih karena engkau telah mempertemukanku dengan sahabat kecilku!!” Ucap Leo sambil memeluk Aurel. Aurel yang tak menyangka ini semua langsung menangis karena tidak menyangka pula sahabatnya kembali.
“Leo kamu menepati ucapanmu 13 tahun yang lalu! Kamu dulu bilang kamu akan menjadi pemilik kebun binatang ini nanti setelah kamu pulang ke Jerman!” Ucap Aurel dengan bangganya.
“Hahaha iya dong Rel! Itu pasti! Omku mewariskan kebun binatang ini untukku. Oh iya! Kamu belum tau ya bahwa kebun binatang ini dulunya milik omku? Maaf ya aku ga cerita dulu.. Sekarang kamu punya panti asuhan ya? Berarti keinginan orang tuamu tercapai dong? Sekarang mereka dimana?” Tanya Leo.
“Orang tuaku sudah meninggal 2 tahun yang lalu Le, mereka kecelakaan.” Ucap Aurel.
“Eh maaafff.. Aku tak bermaksud untuk mengulang masa lalu mu…” Leo merasa tak enak hati pada Aurel, tapi disisi lain dia juga sedih karena om dan tantenya sudah meninggal.
“Leo, kamu inget kan tentang kebun binatang in? Kamu tau ga sih? Kalo dihitung-hitung ya, kenangan kita tuh disini ada banyaakkk bangeett..” Cerita Aurel.
“Memang Rel.. SATU TEMPAT, SEJUTA KENANGAN. Tapi ada satu hal yang perlu kamu ketahui. Aku entar malam harus pergi Jerman lagi untuk menetap selama 2 tahun disana. Ada pekerjaan yang belum aku selesaikan. Aku kembali kesini sementara untuk mencarimu. Tunggulah aku, Aurel” ucap Leo bersedih.
“Kenapa kamu harus kembali jika kamu kembali untuk meninggalkan kembali Leo? Tapi percayalah, 13 tahun aku bisa menunggumu kenapa 2 tahun saja aku tidak bisa menunggumu? Aku akan selalu menunggumu di SATU TEMPAT yang berisi SEJUTA KENANGAN kita dari masa kecil Leo. Temui aku nanti 2 tahun lagi di tempat ini. Aku setia menunggu sahabat sejatiku..”
Untuk kedua kalinya mereka berpelukan untuk mengucapkan salam perpisahan. Tapi yang bisa mereka untungkan adalah mereka dapat bertemu kembali ditempat yang sama selama 13 tahun berpisah. Namun mereka tetap menetapkan janji mereka yang kedua kalinya.

MEREKA AKAN BERTEMU KEMBALI DI SATU TEMPAT SEJUTA KENANGAN INI.’
post signature

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tinggalkan jejak yuk ^^ Jangan pelit- pelit~ ❤