Hantu Zaman Sekarang

12 Mei 2014


Penulis: Dzaki Mufidah
Tempat: Pantai
 
            Malam minggu. Waktu yang paling di tunggu tunggu bagi sebagian kaum manusia yang sedang di mabuk asmara. Namun berbeda halnya dengan gadis yang satu ini. Ia paling benci dengan malam minggu. Kenapa? Bisa di bilang ia benci karna sedang sendiri alias jomblo. Semilir angin tak sengaja menabrak rambut gadis ini. Elsa Every Skyline. Ya itulah nama dari gadis cantik ini.

            Karna bulan Maret yang mempunyai banyak tanggal merah. Jadi memungkinkan Elsa untuk berlibur ke kampung halamannya. Selain untuk liburan tanggal merah ini juga ia gunakan untuk melupakan mantannya Aldi. Tanpa sadar ia kembali teringat kepada kejadian itu lagi. Kejadian yang terjadi beberapa bulan lalu tak sengaja menabrak sebuah mobil truk yang sedang melintas dengan kencang. Bersyukur ia hanya mengalami luka luka, namun tidak dengan kekasihnya yang ternyata sudah tewas di tempat kejadian. Mengenaskan….

“Aldiii.. coba kamu ada di sini. Pasti malam ini kita lagi berdua di pantai ini” kata Elsa dengan wajah murungnya.

 Karna ia bosan berdiam diri ia pun kembali berjalan mengitari pantai di bawah terangnya rembulan. Tak sengaja ia menendang sebuah cangkang kerang, lalu mengenai  kepala seseorang. Tapi anehnya, kenapa kerang itu bisa melewati kepala pria tersebut. Seharusnyakan pria itu merintih kesakitan tapi kenapa dia tidak? Aneh. Dengan rasa kepenasaran yang tinggi Elsa pun menghampiri pria tersebut.

“ Haii kamu, boleh kenalan ga? ” kata Elas sambil memberikan senyuman manisnya.

“ Saya? ” yang merasa namanya di panggil pun menengok. Karna kebetulan hanya ada mereka berdua di sana

“ Ia kamu. Kenalan boleh kan? Aku bukan orang jahat kok ”

“ Boleh kok. Kenalin nama aku Dika nama kamu siapa? ” dika  mengulurkan tangann sambil  menatap Elsa dengan tatapan yang susah diartikan. Dan Elsa pun membalas jabatan tangan itu.
“ Nama aku Elsa. Salam kenal ya. Oh iya, kok kamu malam minggu sendirian aja sih ga jalan bareng siapa gitu.. “

“ Kan aku ini han, eh. Maksud aku.. aku lagi pengen jalan sendiri aja gitu “ balas Dika sambil memberi senyuman yang menurut Elsa adalah senyuman aneh.

“Oh gitu. kamu lagi pengen jalan sendiri, berarti aku ganggu dong? Yaudah deh aku pergi dulu ya. Bye “


Elsa pun memutar tubuhnya lalu segera mengambil langkah seribu untuk meninggalkan pria itu. Namun tanpa Elsa sadari, ternyata Dika segera meraih tangannya dan memutar tubuh Elsa. Tapi entah mengapa tangan Dika terasa begitu dingin. Aneh

“ Eh, tunggu dulu! Maksud aku bukan begitu. Hmm.. kamu mau kan nemenin aku jalan jalan di sini? ” Dika memasang tampang semelas melasnya. Karna merasa iba, akhirnya Elsa mau dengan kata lain merasa kasihan

“ Oke. Terus kita mau kemana? ” Elsa menyorot pandangannya ke seluruh pemandangan di depannya.

“Kita ke rumah – rumahan tempat biasa aku bersantai sambil melihat pemandangan laut yuk. Mau kan? ” tanya Dika. Yang di tanyapun hanya menganggukan kepala.

Setelah berjalan beberapa meter. Akhirnya mereka sampai ke tempat tujuan. Tempatnya bisa di bilang mirip dengan saung di pinggir sawah. Karna merasa kakinya pegal, tanpa babibu lagi ia segera duduk di tempat mirip saung tersebut.

“ Yeh.. masa baru jalan sebentar aja udah capek duluan. Gimana kalau aku ajak main kejar kejaran kali ya ” Dika menatap Elsa dengan tampang remeh

Elsa yang tidak terima di ejek seperti itu pun langsung mencubit tangan Dika. Yang di cubitpun hanya meringis. “ Enak aja ngejek aku kayak gitu, sorry dory mory yess.. Aku bukan orang yang kaya gitu. Huh  
“ Hoh.. gitu rupanya. Kalau begitu coba kejar aku ” Ejek Dika sambil memeletkan lidahnya lalu segera lari menuju laut.

“ Ih. Awas ya kamu Dika. Akan aku kejar kamu!! ” Elsapun merasa dirinya tak mau dikalahkan,  Segera ikut berlari mengejar Dika yang sudah mulai menjauh darinya.

Karna sangking seriusnya berlari Elsa sampai tidak melihat lihat bahwa ada batu besar di depannya dann…  BRUKKHH

“ Awww.. ” Elsa mengerang kesakitan. Dika yang tadinya tertawa terbahak bahak raut wajahnya langsung berubah menjadi khawatir. Tanpa pikir panjang Dika langsung lari menghampiri Elsa. Dengan sekuat tenaga Dika mengangkat tubuh Elsa dan menaruhnya di tempat tadi.

Sebenarnya di kakinya tidak ada yang terluka parah. Hanya sedikit lecet dan agak keseleo. Namun Elsanya saja yang sedikit manja.

“ Kamu gapapa? Atau mau aku anterin pulang aja? Kalau masih agak susah jalan aku gendong lagi mau? “ Segitu perhatiannya kah Dika kepada Elsa. Sampai memberikan pertanyaan yang tak ada habisnya

“ Dih, satu satu gitu nanyanya bingung atuh jawabnya. Gausah di gendong juga kale.. aku bisa kok jalan sendiri ” Elsa hanya memberikan senyuman manisnya. Tak sengaja ia melihat ke arah jam tangannya. Dan ternyataa... “OMG. Udah jam 21.03 aku harus pulang. Kalau ga buru – buru pulang nanti bisa di marahin mamah ku ”

Dika hanya tertawa tawa kecil saat melihat raut wajah Elsa yang menurutnya sangatlah lucu.

“ Dik Dika kok kamu malah ketawa sih? Ih ga asik banget. Mending aku pulang sendiri. Bye!!” jawab Elsa dengan ketusnya

Bukannya membantu Elsa berdiri, Dika malah tertawa terbahak bahak. Karna Dika merasa tak tega akhirnya ia segera berlari menyusul Elsa dan meneriakkan namanya.

“Elsaa.. mas gitu aja marah sih. Yaudah deh sebagai permintaan maaf, kamu aku anterin pulang sampai rumah mau? ” tawar Dika

“Sebenarnya sih mau karna aku kan takut pulang jalan sendirian. Tapi emangnya kamu ga di arahin sama orang tuamu karna ga pulang – pulang ”

“Udah deh, kamu tenang aja. Aku udah biasa kok pulang larut malam. Jadi kamu ga khawatir soal itu” jawab Dika yang di sertai dengan senyuman manisnya

Dalam hati Dika berkata “ Asal kamu tahu.. mau pulang jam berapapun aku gabakal di marahin. Tapi gimana ya reaksi kamu saat tau siapa aku yang sebenarnya. Huhhh ”. Elsa bingung kenapa raut wajah Dika yang tiba tiba berubah menjadi murung.

“ Dika kok wajah kamu murung gitu sih. Kenapa? Ada masalah? Cerita dong sama aku. Siapa tahu aku bisa bantu” tanya Elsa sambil tersenyum ramah

“ Hmm.. kalau misalkan kamu ngeliat hantu yang berwujud manusia, ekspresi kamu bakal kaya gimana? ” jawab Dika yang malah balik tanya

Sambil menaruh jari telunjuk di dagunya, Elsa pun menjawab “ Hem.. mungkin aku bakal kaget banget dan mungkin bisa aja aku bakal teriak histeris ”

“ Tapi kalau ternya aku itu hantunya gimana? ”

“ Ha? Gak mungkin lah. Masa iya ada hantu seganteng dan sebaik kamu. Kamu ada ada aja deh Dika ” Tak sadarkah Elsa mengucapkan kata kata itu dari mulutnya.

DEMI APAA!!. Elsa nyebut aku ganteng mimpi apa saya yaampun, sungguh saat itu batin Dika menjerit kesenangan. Oke mungkin saat ini ia bisa bahagia akan tetapi kebahagiaan itu hanya sementara. Karena ia masih menyimpan sebuah rahasia yang sangat besar resikonya bila Elsa sampai tahu.

Tak terasa ternyata mereka sudah sampai di depan rumah Elsa. Karna waktu yang tidak memungkinkan Dika menolak tawaran Elsa untuk mampir ke rumahnya. Jadi tanpa pikir panjang Elsa langsung masuk ke dalam rumahnya dan tidak lupa melambaikan tangan kepada Dika. Kemudian Dika segera pergi dari hadapan rumah Elsa. Namun anehnya kenapa tiba tiba Dika langsung menghilang di balik kumpulan asap. Aneh

Keesokan Paginya …
            Di pagi yang cerah ini. Ayah Elsa sedang membaca koran di teras rumah dengan sangat serius. Entah ada berita apa yang bisa membuat ayah Elsa seserius itu saat membaca. Karna sifat Elsa yang Kepo-an. Dengan senang hati Elsa pun menghampiri ayahnya.

 “Yah baca berita apa sih. Serius begete kayaknya ” Tanya Elsa dengan tampang malasnya

“Iniloh El, minggu kemarin ada korban pembunuhan. Tempatnya itu ga jauh dari sini. Dan ayah ingatkan sama kamu untuk jangan keluar malem sendirian lagi. Ingat itu!! ” jawab ayahnya dengan tampang serius. Lalu langsung masuk ke dalam rumah dan meninggalkan koran itu di meja teras.

“Yaelah, emang berita kayak apa sih sampe heboh banget kayaknya ” dengan malas Elsa mengambil koran tersebut dan membaca berita yang katanya lagi heboh hebohnya. Dan seketika raut wajah Elsa berubah menjadi pucat setelah membaca berita itu.

**
Jum’at, 11 April 2014
            Di beritakan bahwa telah di temukan mayat seorang pria dengan banyak sayatan di sekujur tubuhnya. Setelah di telusuri ternyata pria ini bernama Dika. Kasus ini masih di tangani oleh polisi setempat.
**
“Ja.. ja.. jadi yang semalem main bareng aku itu hantu? ”
“Tapi masa iya hantu munculnya malem miggu sih bukan harusnya malem jum’at ya? ” Elsa kembali teringat saat Dika meraih tangannya dan tangannya terasa sangat dingin.

“ Masa hantu boleh munculnya malem jum’at doang sih. Udah 2014 kali, kan sekali sekali gitu hantu update malem mingguan. Emang manusia doing yang bisa, hantu juga bisa kali malem mingguan” Secara tiba tiba suara itu terdengar. Suara yang sangat Elsa kenali. Suara seorang pria yang baru ia kenal tadi malam. Dengan perasaan agak takut Elsa menengokkan wajahnya ke samping. Dan ia melihat seorang pria sedang berdiri tegak sambil bersandar ke tembok dan tak lupa tanggannya ia masukkan ke dalam saku celananya.

Dengan wajah yang semakin ketakutan Elsa langsung berlari ketakutan sambil berteriak “ AAAA..MAMAHH.. AYAHH.. ada hantu pagi pagi”

The End

Note : Maaf jika ada salah salah kata, alur ceritanya yang rada gaje, dan kesalahan kesalahan lainnya. Sekian terima kasih.
post signature

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan jejak yuk ^^ Jangan pelit- pelit~ ❤