Mendadak Kaya

12 Juli 2014

Hai! Akhirnya bisa nge-blog juga dengan bermodalkan laptop nebeng plus free wifi. *azek!*
Kebetulan saya lagi ada di luar pulau Kalimantan tepatnya di ...... *hayoo tebak dong :p*
.
.
pulau Jawa lebih tepatnya di Malang, Jawa Timur
Ke sini bukan untuk liburan apalagi cuci mata *eh* melainkan untuk tes ujian mandiri. Daripada bengong menunggu hasil SBMPTN -jangan sebut ini pesimis- yang tidak pasti mending saya mengikuti ujian masuk perguruan tinggi. Semoga bisa tembus negeri. Amin.


Berada di Kalimantan tentunya seratus delapan puluh derajat berbeda dengan di Jawa. Banyak banget bedanya! Nggak banget juga sih. Apalagi kalau membandingkan antara Sangatta dengan Malang. Wuih! Mulai dari cuacanya, kalau di Sangatta kondisinya panas terik saat siang hari kalau di Malang...? Tau sendiri kan? Adem, sejuk, kadang-kadang dingin. Ya gitulah. Terus dari gaya bicaranya. Di Sangatta tuh ya kebanyakan ngomong bahasa Indonesia biasa aja kalau di Malang kebanyakan logatnya logat Jawa. 
Nah! Kalau yang satu ini, perbedaan yang paling saya sukai. Jeng... jreng... yaitu HARGA!

Bukannya saya sok kaya sih tapi ya begitulah... 

Waktu saya buka puasa di luar kos, saya menyadari fakta yang nikmatnya tak terdefinisi. Minggu pertama di Malang, saya memang hobi buka di luar. Bukannya mau menghambur-hamburkan duit atau malas masak atau mau berburu free wifi, tetapi pengen aja wisata kuliner. Pertama menikmati kuliner di kota Apel, saya benar-benar puas. Saya pernah sekali makan di warung prasmanan, Wareg Wareg. Di sini kita bisa ambil makanan yang telah disediakan sendiri. Sepuasnya. *tapi jangan lupa bayar sehabis melahap semuanya ya*. Jadi, saya memilih untuk menyantap nasi + telur ceplok + tempe + dua perkedel dengan es teh sebagai penyegarnya. Saya buka bersama dengan kakak saya. Untuk dua porsi, saya hanya menghabiskan 22ribu rupiah. Itu semua terbalas dengan hati senang dan perut kenyang.

Kalau soal harga, saya akui harga untuk makanan minuman di sini (baca = Malang) memang jauh lebih murah dibandingkan kota asal saya. Saya sempat kaget waktu tahu harga jus mangga hanya 3ribu. Etdah, bukannya sok kaya sih tapi kalau di kota saya jus mangga itu harganya sepuluh ribuan! Ya kalau dapatnya mangga yang manis, kalau kedapatan mangga yang kecut... Aduhai, sabar aja.

Memang sih kota Malang itu kota dengan banyak tempat wisata, kuliner, dan cuacanya sejuk. Tetapi meskipun puluhan bahkan ratusan kelebihan yang kota lain tawarkan, saya tetap mencintai kampung halaman saya. Pokok'e nggak ada yang bisa menyaingi. :p

Salam,


Selvia
(yang lagi berada) di Malang

post signature

3 komentar:

Tinggalkan jejak yuk ^^ Jangan pelit- pelit~ ❤