Review Singkat Film-Film Indonesia

29 April 2015


-------
Happy birthday~~~
Happy birthday~~
Happy birthday~
Yang nggak ngasih kado, minimal kasih komentar yaaa :D
-------

Buat orang yang berpacaran, nonton film di bioskop merupakan kencan yang romantis bingo...! 
Nonton film romantis, bawaannya pengen pegang tangan si pacar.
Nonton film horor, bawaannya pengen meluk si pacar. 
... pacar orang!

Kebetulan dua hari yang lalu, ada promo buy 1 get 1 khusus film lokal di seluruh cinema 21. Yey!


Jadi gue nggak mau buang kesempatan emas itu. Beruntunglah gue bisa nyeret satu orang sebagai partner nonton. Daripada nonton sendirian. Lagian kan mubazir, kalau satu kursinya cuma buat tempat taruh tas doang. 
Oke sip! Jangan nyinyir gue 'pasti jomlo yaaa?', nggak kok... enggak... gue hanya 'single yang pernah khilaf' aja. 

Dan akhirnya, terpuaskan juga nonton film Filosofi Kopi tanggal 27 April kemarin. Agak telat sih memang, tapi yang penting sudah nonton. 

Sewaktu nonton film ini, gue agak sedih aja lihat bangku-bangku masih banyak yang kosong. Padahal kan ini masa promo. Yah yahhh... Terkadang film Indonesia memang suka dipandang sebelah mata. Tapi di saat orang lain antre kayak ular buat nonton film luar yang lagi booming, gue mah apa atuh... Sukanya nonton film lokal. 


Khusus postingan kali ini, gue mau me-review singkat tentang film-film Indonesia yang udah gue tonton. 

Hijab
Baca sinopsisnya di sini
- Keren! Seger banget nonton film ini! Colorful gitu...
- Suka sama konsep filmnya. 
- Chemistry antara Bia, Sari, Tata, dan Anin dengan para pasangannya juga oke.
- Ada romantisnya. Ada lawaknya. Ada sedih-sedihnya juga. Komplit!
- Filmnya sungguh menghibur. Jadi mata tetap terjaga hingga akhir film ini. 
- Agak terganggu dengan scene minum-minum itu. 
- Habis nonton film ini jadi pengen belanja di Meccanism. *jiwa shoppaholic keluar*
Rate: 7,5/10

Kapan Kawin
Baca sinopsisnya di sini
- Walaupun ide ceritanya sederhana tapi dikemas secara apik. Keren!
- Akting Reza Rahardian nggak perlu diragukan lagi. Cadas!
- Chemistry-nya Satrio (Reza Rahardian) dan Dinda (Adinia Wirasti) dapet!
- Suka juga sama peran orangtua Dinda yang konyol abis. Dan cinta banget sama si Bendot, yang bikin gue dan orang-orang satu studio ketawa lepas gara-gara ke-koplak-annya.
- Nggak hanya tentang cinta doang, tapi tentang keluarga juga ada.
- Beberapa jokes nya nendang banget. Sampai sulit buat mingkem lagi. 
Rate: 9/10

Janji Hati
Baca sinopsisnya di sini
- Keren! Dari novel bisa diangkat ke film layar lebar. Gue juga mau! *eh*
- Belum baca novelnya jadi nggak tau sama sekali apakah filmnya sama persis atau ada perubahan.
- Beri applause ke Elvira Natali. Selain jadi penulis novel 'Janji Hati', dia juga jadi pemeran utama di film yang diadaptasi dari novelnya. Menurut gue, ini keren banget. Asli. Walaupun aktingnya bisa dibilang masih kaku.
- Aliando Syarief pas membawakan karakter Dava, cowok yang pemarah tapi di satu sisi juga bisa romantis gitu. Yah, mirip dikitlah dengan Digo di GGS. 
- Pengambilan gambarnya masih banyak yang goyang. Agak terganggu sih.
- Alurnya ada yang kelambatan banget. Terlebih pas di awal awal. 
- Akting nangis Amanda di kereta kelihatan terlalu dibuat-buat. Bukannya ikut sedih, jadi malah pengen ketawa. 
- Gue suka sama semua soundtracknya. Asik aja dengerinnya. Nggak tau kenapa. 
Rate: 4,5/10

CJR The Movie
- Konfliknya biasa. Standar. Masih keren-an film Coboy Junior The Movie kalau boleh jujur. 
- Cuci mata banget lihat adek-adek gemes di sini. Durasi satu jam lebih. Kurang lama!
- Pemandangan yang disuguhkan cukup memanjakan mata gue. Terlebih pas di Australia. Jadi pengen terpental ke sana.
- Awalnya agak aneh dengan logat bicara D'Dock (Rio Dewanto). Tapi makin ke sini udah mulai terbiasa. Dan... suka dengan aktingnya. Dia berperan paling baik di film ini.
- Banyak jokes yang terkesan krik krik buat gue.
- Kurang puas. Harusnya nggak hanya lagu CJR yang judulnya 'Lebih Baik' aja yang disungguhkan ke penonton.
Rate: 6/10

Romeo + Rinjani
- Totalitas akting Deva Mahenra baik. Berbeda dengan para pemain lainnya yang masih seperti dibuat-buat. 
- Keindahan gunung Rinjani kurang dieksplor. Sayang banget, padahal judul filmnya Romeo + Rinjani.
- Banyak scene yang nggak logis. Seperti, pas Romeo digantung di pohon semalaman hanya untuk nge-tes kesungguhan hati si Romeo. Emangnya nggak ada cara yang lebih manusiawi?
- Banyak dada paha di sini. Entah maksudnya apa? Padahal itu nggak penting. Kalau dada paha ayam sih gue mau. Laper. Maklum, anak kost.
- Beberapa jokes cukup nampol. Cukup.
Rate: 4,5/10

Filosopi Kopi
- Chemistry-nya si Ben (Chicco Jerikho) sama Jody (Rio Dewanto) dapet banget!
- Peran lainnya selain pemeran inti juga tampil dengan baik. 
- Jadi tahu lebih banyak soal kopi. Tubruk, cappucino, dan lainnya.
- Nggak hanya membahas tentang kopi, tapi juga lebih daripada itu.
- Nggak garing. Gue menikmati sekali film ini dari awal hingga akhir.
- Ada salah satu lagu yang gue suka. Gue jadi penasaran sama judul dan penyanyinya. Rasanya dengar lagu itu jadi adem banget hawanya.
Rate: 8,5/10

Segitu dulu deh. Di antara semua yang udah gue review, mana nih yang udah kalian tonton? 

Sebenarnya masih kurang nge-review film Supernova, Ada Surga di Rumahmu, 2014, Air dan Api, dan Guru Bangsa Tjokroaminoto. Tapi yasudahlah, ditampung aja untuk postingan selanjutnya. 
Ok? Sip!

post signature

26 komentar:

  1. Happy birthday mba semoga panjang umur, sehat selalu, didekatkan rizky sama jodohnya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha... Amin, Obat Tradisional Pengapuran Sendi.
      Thanks ya!

      Hapus
  2. nah itu udah nonton filkop tuhh hihi
    yaampun kelewat nonton kapan kawin :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kan baru nonton :(
      *kalah cepet nontonnya hehehe

      Hapus
  3. Baca ini jadi ngga begitu penasaran deh sama Romeo + Rinjani.
    Tapi Filkop ugh emang keren banget ya :')
    Buat Supernova nih kalau kata aku ya bagus kayak di novel banget tapi agak sulit dicerna buat film mah :')
    (ye ditulis reviewnya aja belom)
    xDD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Romeo + Rinjani cukup menghibur kok. Yah, lumayan buat cuci mata. Lihat yang bening bening... :')
      Iya, filkop keren banget! Nggak heran jadi film terlaris tahun ini (update: 1 Mei 2015)
      Kalau Supernova bolehlah efek-efeknya... Tapi ya begitu. Agak sulit buat dicerna. :')

      Hapus
  4. Jarang banget nonton film Indonesia di bioskop. Biasanya kalo pengen, download illegal *maafkan
    Jadi pingin nonton 'Kapan Kawin' soalnya dikasih skor gede tuh XD

    And Happy Birthday! ;D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga cepat rilis deh DVD Kapan Kawin :D
      That's a good romcom movie! :D

      Btw, thanks ucapannya! Kadonya dong...

      Hapus
  5. Aduh, belum ada yg nonton... Kok nggak nulis La Tahzan, Haji Backpacker, Tenggelamnya Kapal Van Deer Wicj, sih... Kan bisa mantep jawabnya. Hihi... Becanda... Bukan ngomel.
    Banyak film Indonesia yg digarap serius dan harus tonton. Aduh yang Filkop kenapa nyamain jam tayang Furious 7 dan Avengers.... Ya jelas kalah. Tunda Mei saja... Nah... Komentar oot lagi. Hihi.
    Met ultah ya Miss, semoga tergapai cita2nya dan salam kenal.
    Maafkan jika sok akrab komentarku.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pas film-film itu rilis, pas masih tinggal di kota kecil. Nggak ada bioskop. Nggak bisa nonton deh. :( *kok jadi curhat

      Sepertinya filkop masih awet sampai bulan Mei. *amin*
      Btw, terima kasih atas ucapannya. Salam kenal balik.
      Sering sering mampir ke sini ya...

      Hapus
  6. Hahahaha.. Happy Birthday ya..
    Btw dari semua judul film di atas aku paling suka banget sama filosofi kopi, alur ceritanya selalu mendayu-dayu dan penuh kontroversi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Arigatou...

      Sama! Suka juga sama filkop. Keren!

      Hapus
  7. coba promo buy1 get1 nya buat semua film pasti asik :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan dong... :(
      Cukup film Indo aja. Hehehe

      Hapus
  8. Banyak yang menarik sepertinya, ya. Aku sudah lumayan lama gak nonton film lokal, terakhir Januari lalu. Memang disayangkan teaternya sering sepi waktu film lokal diputar. Tapi kadang aku juga kapok sendiri, sih, sudah bayar tiket ternyata filmnya digarap asal-asalan :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaaa... Semoga saja makin banyak film lokal yang digarap serius, kak...
      Kan jumlah penonton bisa membludak lagi, karena mindset buruknya sudah nggak terbukti lagi. :')

      Hapus
  9. pengen nonton film hijab,pengen tau cara berbisnisnya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo tonton! :D
      Semoga cepat keluar DVD originalnya yaaa!

      Hapus
  10. Aku termasuk orang yang jarang nonton film Indonesia di bioskop. Hehhe. Jadi malu. Habis kalau film Indonesia cepet banget sih masuk TV-nya. Beberapa bulan juga langsung ada di TV. Apalagi yang booming banget. Jadi kadang males aja nonton di bioskop. Lebih sering nungguin muncul di TV haha

    Tapi aku penasaran sama yang Hijab, Kapan Kawin, dan Filosofi Kopi sih. Btw, salam kenal yah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi kalau di TV kan banyak kena sensornya. Jadi nggak sepuas nonton di bioskop. *eh*

      Btw, salam kenal balik :)
      Semoga bisa meningkatkan minat nonton di bioskop setelah baca postingan ini yaaa :p

      Hapus
  11. Entah kenapa kurang suka film indonesia, terutama yang terlampau realistis

    Lebih suka film luar yang unsur imajinasinya lebih kental
    Entah karena aku tipe orang yang suka fantasi atau karena udah jenuh dengan kisah cinta realistis ala film indonesia wkwk

    BalasHapus
  12. Romeo + Rinjani banyak yang ngereview jelek yak? Tapi dari posternya sih males banget buat nonton.. Kelewat seksi soalnya.. :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi aku suka kok sama filmnya...
      Mata selalu melek gitu :P

      Hapus
  13. Diakui, produksi film2 di tanah air beberapa diantaranya cukup baik dan patut bersaing dg film2 pendatang dr negara lain

    BalasHapus

Tinggalkan jejak yuk ^^ Jangan pelit- pelit~ ❤