Perkembangan Perpustakaan Digital di Indonesia

31 Desember 2015


Ini mungkin pertama kalinya gue posting tentang hal-hal yang berbau jurusan gue, Perpustakaan dan Arsip!

Gue berharap di lain kesempatan, gue bisa banyak sharing mengenai itu. Misalnya, report jalan-jalan/review perpustakaan yang ada di Malang, gitu?

*kembali ke topik*


Ada berbagai pendapat dari para ahli mengenai perpustakaan digital.
Menurut Ismail Fahmi (2004), perpustakaan digital merupakan sebuah sistem yang terdiri dari perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software), koleksi elektronik, staf pengelola, pengguna, organisasi, mekanisme kerja, serta layanan dengan memanfaatkan berbagai jenis teknologi informasi.

Definisi lain tentang perpustakaan digital diantaranya menurut Borgman (1992) bahwa:
A digital library is combination of: 1. a service; 2. an architecture; 3. a set of information resources, database of text, numbers, graphics, sound, video, etc; and 4. a set of tools and capabilities to locate, retrieve and utilize the information resources available (Chowdhury, 2004:5).

Dari definisi ini sepertinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan dari definisi perpustakaan secara umum. Namun bedanya, kesemuanya dilakukan melalui proses komputer dan menggunakan teknologi digital sebagaimana definisi dari Oppenheim dan Smithson:
A digital library is an information service in which all the resources are available in computer processable form and functions of acquisition, storage, preservation, retrieval, access, and display are carried out through the use of digital technologies (Chowdhury, 2004:5-6).

Jadi, dari definisi tersebut, perpustakaan digital secara ideal adalah yang semua bentuk koleksinya digital dan pelayanannya tidak lagi dalam bentuk konvensional. Kalau hanya sebagian saja bentuk koleksinya digital dan masih mempertahankan pelayanan secara konvensional, ini disebut Perpustakaan Hibrida.

Di Indonesia sendiri perkembangan perpustakaan digital semakin meningkat. Bisa dilihat dari munculnya situs-situs perpustakaan digital milik universitas-universitas di Indonesia. Seperti Universitas Indonesia, yang sudah menggunakan software LONTAR (Library Automation and Digital Archive) sebagai sistem otomasi perpustakaan.

Perkembangan perpustakaan digital di Indonesia hingga saat ini sudah cukup baik, walaupun masih dapat dikatakan belum maksimal. Kendala yang paling besar dalam perkembangan perpustakaan digital adalah minimnya anggaran dana serta kurangnya sumber daya manusia yang dimiliki oleh instansi perpustakaan untuk membangun sebuah perpustakaan digital.

Oleh karena itu, dalam hal ini semua pihak harus ikut serta membantu perkembangan perpustakaan digital, terutama peran dari pemerintah. Peran pemerintah tentunya sangat dinantikan karena memang sudah kewajibannya untuk meningkatkan pendidikan, karena perpustakaan adalah pusat sumber informasi bagi kita semua.

post signature

25 komentar:

  1. Semoga ada perpustakaan digital di Kota Malang. :D

    BalasHapus
  2. fil kamu kuliah di malang apa sby? sekarang di malang ada jurusan perpustakaan dimana? baru tahu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di Malang, mbak.
      Setahuku, selain di UB, di UM juga ada jurusan ini.

      Hapus
    2. iya mbak di UM ada...... salam dari anak UM hihihi ^^

      Hapus
  3. iya, anggarannya minim, jadi belum ada di sini. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga kedepannya bisa lebih baik lagi :)

      Hapus
  4. Baru tau nih jurusan mu tentang perpustakaan dan arsip. Unik dan keren banget! Pantesan seneng baca buku hehehe.

    BalasHapus
  5. waktu jaman kuliah saya pernah part time jadi penjaga perpus di kampus, baca postingan ini jadi inget jalan dulu heheheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, pasti banyak pengalaman menarik di perpus dong :D

      Hapus
  6. tanya mis, perpustakaan di UB bukunya boleh dipinjam selain anak UB gak? Hehe

    BalasHapus
  7. Bicara perpustakaan digital, aku emang ingatnya langsung ke perpustakaan digital punya kampus sih..
    nyari2 referensi buat skripsi dan jurnal

    hihihi

    buat umum juga ada kah?
    boleh tuh dijelajahi. Selama ini taunya google doang, pake kata kunci {download ebook novel bla bla bla) hahahahahhaha

    #ups

    ketahuan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayooo, ketahuan deh suka download ebook :D

      Hapus
  8. kebetulan saya dulu pernah penelitian di perpustakaan masalah pengelolaan perpustakaan digital berbasis aplikasi / software. emang keren ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah... pengalamannya bisa dishare nih. Sepertinya menarik.

      Hapus
    2. insya allah saya share nanti. kunjungi juga blog saya sis http://zhaenudin.blogspot.co.id/

      Hapus
  9. Thank you for sharing this information with us as readers .

    BalasHapus
  10. Aku suka main ke perpus Balai Pemuda Surabaya. Cozy dan asik abis buat ningkrong pinter. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi pengin ke sana.
      Malang-Sby kan nggak terlalu jauh. :')

      Hapus

Tinggalkan jejak yuk ^^ Jangan pelit- pelit~ ❤